Tiga puluh lima siswa berbaris rapi di tepi jalan dengan mata yang tertutup oleh slayer. Dengan dikomando oleh beberapa panitia, mereka digiring berjalan menuju ke lokasi tempat pendirian bivak yang merupakan tempat tinggal sementara mereka saat pendidikan dan pelatihan. Ke-35 siswa tersebut merupakan Sispala Binaan. Selama 4 hari, tepatnya tanggal 2-5 Januari 2009 di Pantai Gosong, mereka dididik dan dilatih untuk menjadi anggota Sispala yang berkepribadian tangguh, kuat, jujur, bijaksana di dalam mengemban misi sebagai pecinta alam dan terampil dalam menanggulangi berbagai persoalan dalam menjalankan tugas serta saling bisa bekerja sama dalam tim secara kompak. Pendidikan Dasar (Diksar) Gabungan Sispala Binaan MAPALA UNTAN yang merupakan agenda tahunan ini diikuti oleh 35 siswa dari 5 sekolah yaitu 2 siswa dari SMAN 1 Sungai Tebelian, 3 siswa dari SMAN 1 Mempawah, 5 siswa dari SMAN 1 Singkawang, 5 siswa dari SMAN 1 Samalantan dan 20 siswa dari SMAN 1 Bengkayang. “Kegiatan ini sukses dilaksanakan berkat dukungan dan bantuan dari anggota, pihak sekolah, panitia dari masing-masing peserta Diksar Gabungan Sispala Binaan, serta masyarakat sekitar Pantai Gosong”, ujar Baryan selaku Koordinator Diksar Gabungan Sispala Binaan.
Kegiatan ini selain dimaksudkan untuk memantapkan diri siswa sebagai pecinta alam juga dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan sesama pecinta alam dan masyarakat sekitar.
Banyak materi yang mereka dapatkan seperti Manajemen perjalanan, Navigasi darat, climbing, survival, tali temali, dan materi lainnya. Materi ini bermanfaat untuk meminimalisasi risiko-risiko yang bisa terjadi di lapangan. Materi ini diberikan secara teori dan praktek dengan penitikberatan pada praktek lapangan sehingga siswa lebih memahami materi tersebut.
Disini mereka betul-betul digembleng untuk menjadi Sispala seutuhnya. Banyak suka dan duka yang dirasakan oleh para siswa. Tetap Tabah Sampai Akhir” itulah kata-kata yang diucapkan oleh Adi Sulistya selaku Pembina Upacara dari MAPALA UNTANyang menjadi kunci kekuatan mereka. Sehingga, dari hari pertama sampai terakhir, antusias dan semangat para siswa tidak pudar sama sekali. Mental, fisik serta kekompakan mereka semakin kuat. Di hari perpisahan, jelas terlihat raut wajah gembira mereka karena telah menyelesaikan pendidikan. Dibalik kebahagiaan mereka juga terlihat kesedihan karena mereka harus berpisah dengan teman-teman seperjuangan mereka yang berbeda sekolah. Tetapi ini bukan akhir dari pertemuan dan persahabatan mereka. Karena mereka akan bertemu lagi selama alam ini masih lestari.